Rabu, 05 Juni 2013
Kultwit Ruqyah Mandiri (Saat merasa seperti terkena sihir Mahabbah)
@fajrigaza85
Kultwit Ruqyah Mandiri...
Share pengalaman saat terkena sihir mahabah.
Catet yeee....????
@fajrigaza85
Swear gan, menurut ane sihir ini adalah sihir paling lembut. Salah satu cirinya ini....
@fajrigaza85
Sorry, perlu dijelasin kalo sihir penyakit itu gampang dibacanya, pastinya bisa dirasakan tubuh. Tapi kalo sihir mahabah, perlu kejelian
@fajrigaza85
Oke deh nyambung yang tadi. Yang ane pernah alamin paling nggak ane baca ciri2nya
@fajrigaza85
Ada dua gejala yang ane rasakan saat sihir itu mengena. 1. Tiap mimpi, pasti ketemu cewek cakep n ngajak yg bukan-bukan
@fajrigaza85
2. Ketertarikan berlebih dengan perempuan, sampe2 g sadar jurus raja gombal keluar.
@fajrigaza85
Ane g bermaksud ngumbar aib, ini penting buat anda, ente, antum wa antuna.. sekali lagi, ini sihir paling unik. Rasulullah aja pernah kena
@fajrigaza85
Oke deh, penjelasan ciri2 singkat aja..
Bakal manjang n pusing kalo dijelaskan detail...
Langsung pada eksekusi penanganan mandiri..
@fajrigaza85
1. Banyakin istighfar, kalo bisa sholat tobat, setelah itu istighfar seratus kali
@fajrigaza85
2. Lakukan 5 proteksi dasar. Jaga sholat wajib, qiyamulail n sholat dhuha, dzikir pagi n sore, tilawah min 1 juz sehari, jaga mata n hati
@fajrigaza85
3. Ini jurus lama ane waktu bujang, waktu itu ane jomblo terakhir, tp temen2 dah merit n godaan banyak. Skrg dah nikah pake lagi, puasa daud
@fajrigaza85
Kalo belum bisa PUASA DAUD, bisa PUASA SENIN KAMIS...
@fajrigaza85
Lebih berefek lagi, pas saur makannya jangan banyak2. Formalitas aja makan satu sendok nasi atau air putih aja. InsyaAllah syahwat mereda
@fajrigaza85
4. Lakukan pemijatan dari otot sekitar selangkangan sampai dekat sendi lutut turun naik. Boleh dengan urutan tapi harus menekab ke dalam
@fajrigaza85
Ralat : boleh diurut tapi harus menekan ke dalam otot
@fajrigaza85
Jangan lakukan pengusapan atau perabaan, karena justru semakin memberi rangsang syahwat pada bagian vital
@fajrigaza85
Ayat2 yang bisa dibaca berulang-ulang Alfatihah, albaqarah 102, albaqarah 255-257, alfalaq, sisanya cari sendiri ya :D
@fajrigaza85
Oke deh, smoga kejadian yang pernah ane alami bisa menjadi ibroh bagi antum semua agar lebih hati2.
Hati2 dengan hati mu! (Dewa19)
@fajrigaza85
Mohon maaf jika ada kata2 yang Lebay dan kurang berkenan, ada pun yang benar hanya milik Allah semata..
Sukses slalu!
Salam Tauhid!!!
Sabtu, 01 Juni 2013
MEMENEJ KESABARAN (sabar, kuatkan kesabaran, dan bersiap siagalah)
namun banyak orang yang berpendapat dengan semakin berat dan besar sebuah ujian, maka kesabaran itu perlahan akan berkurang hingga akhirnya habis.
Tidak demikian dengan orang-orang yang bersandar pada petunjuk Allah SWT yang tertulis di Al Qur'an, kesabaran itu justru akan semakin menguat seiring bertambah besarnya ujian tersebut.
Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, dan kuatkanlah kesabaran mu, dan bersiap siagalah (perbatasan negeri) supaya kamu beruntung.
QS. Ali Imran : 200
dari ayat pertama ada tiga perintah, yaitu sabar, kuatkan kesabran, dan bersiap siagalah..
perintah pertama adalah sabar, yaitu sebuah isyarat dimana ketika seseorang yang hidup dan menyatakan dirinya beriman, maka berarti dia telah siap dengan konsekwensi dari keimanan tersebut, yaitu akan diturunkan penguji keimanan tersebut cobaan.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (QS al-Ankabut [29]: 2-3).
ini adalah tahapan pertama dari datangnya sebuah ujian, mungkin ujian yang datan itu hanya sebuah ganguan-gangguan kecil saja. ketika ujian itu terus berlanjut seolah tak ada hentinya, dan bukan jalan keluar yang didapatkan tapi justru muncul ujian lain yang jauh lebih besar sedangkan ujian sebelumnya saja belum terselesaikan, maka perintah berikutnya adalah kuatkan kesabaran.
‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,
”(Al-Baqarah : 155-156)
Lalu apakah yang dapat meredakan rasa tersiksa saat terkena ujian??
ini jawabnya!
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)
tingkat kekhusyuan lah yang menjadikan kesabaran itu terasa nikmat, maka tidak salah jika shalat adalah sarana dzikrullah paling baik.
Dirikan lah shalat untuk mengingat Ku.
QD. Thaha : 14
Supaya lebih efektif dalam menghilangkan kegundahan jiwa, hendaknya ketika sujud, berdoalah dengan penuh harap agar pintu pengabulan doa semakin terbuka, dan Allah memberikan ketenangan dalam hati.
dan ketika ujian tersebut berakhir kemudian Allah menggantinya dengan suatu nikmat, maka perintah berikutnya adalah bersiap siagalah
mengapa perintah berikutnya adalah besiap siaga??
karena akan ada ujian yang besar dan mungkin sulit kita baca, karena bisa jadi ujian itu berupa kesenangan yang membuat kita lalau dari ketaatan pada Allah, atau akan datang ujian baru yang jauh lebih besar..
namun pada hakikatnya, antara ujian dan jalan keluar itu selalu seimbang bagi orang-orang yang menyatakan dirinya beriman. kita tidak berhak mengatakan, "anda belum seberapa ujiannya dibandingkan dengan saya yang telah pukluhan tahun mengalami ujian". bisa jadi dengan berkata seperti itu, Allah akan kembali menguji kita dengan ujian yang dua kali lebih besar sihingga membutuhkan energi yang jauh lebih besar untuk menyelsaikan ujian tersebut.
maka dari itu, salah satu senjatanya adalah doa untuk menjaga hati, sabar di saat sulit, dan bersyukur di saat senang.
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al Hadid: 22-23)
Tetaplah husnudzon bagi kita yang senantiasa dipergilirkan antara ujian dan kenikmatan, karena itu lah kontrol hati kita. bisa jadi, jika kita tidak mendapat ujian berikutnya setelah dapat nikmat, maka kita akan merasa seolah kitalah yang paling berat ujiannya dan mendapat hasil saat ini. sehingga ketika ada orang yang mengeluh, kita menanggapinya dengan bangga diri.
Tak ada akhir dari suatu ujian, dan tidak ada akhir dari kedatangan nikmat setelahnya..
RIHAT FIL JANNAH :)
Kamis, 30 Mei 2013
RUQYAH UNTUK GALAU DAN FRUSTASI
Baca dengan tartil, pahami maknanya, rasapi, renungkan, dan yakini Kalam Allah ini adalah penyembuh bagi segala penyakit!
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَتُرْجَعُونَ {115} فَتَعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لآإِلَهَ إِلاَّهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ {116} وَمَن يَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لاَبُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لاَيُفْلِحُ الْكَافِرُونَ {117} وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ {
"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. (115) Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya;tidak ada ilah (yang berhak disembah dengan haq) selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. (116) Dan barangsiapa menyembah ilah yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhgnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (117) Dan katakanlah, "Ya Rabbku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik". (118) (QS. 23: 115-118)
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23)
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al Hadid: 22-23)
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
QS. Asy Syura : 30
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
"Dan bersegeralah Kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa." (Q. S. Ali Imran: 133)
"(yaitu) orang yang berinfaq baik di waktu lapang atau sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan." (Q. S. Ali Imran: 134)
"dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendholimi diri sendiri, mereka bersegera mengingat Allah lalu, memohon ampunan atas dosa-dosanya dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedangkan Mereka mengetahui." (Q. S. Ali Imran: 135)
Selanjutnya
Al ikhlas, al Falaq, An Nas
Baik dibaca ketika sedang sholat
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَتُرْجَعُونَ {115} فَتَعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لآإِلَهَ إِلاَّهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ {116} وَمَن يَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لاَبُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لاَيُفْلِحُ الْكَافِرُونَ {117} وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ {
"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. (115) Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya;tidak ada ilah (yang berhak disembah dengan haq) selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. (116) Dan barangsiapa menyembah ilah yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhgnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (117) Dan katakanlah, "Ya Rabbku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik". (118) (QS. 23: 115-118)
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23)
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al Hadid: 22-23)
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
QS. Asy Syura : 30
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
"Dan bersegeralah Kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa." (Q. S. Ali Imran: 133)
"(yaitu) orang yang berinfaq baik di waktu lapang atau sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan." (Q. S. Ali Imran: 134)
"dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendholimi diri sendiri, mereka bersegera mengingat Allah lalu, memohon ampunan atas dosa-dosanya dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedangkan Mereka mengetahui." (Q. S. Ali Imran: 135)
Selanjutnya
Al ikhlas, al Falaq, An Nas
Baik dibaca ketika sedang sholat
Minggu, 28 April 2013
SURAT CINTA DARI LANGIT
Apakah manusia itu mengira mereka dibiarkan berkata "kami telah beriman" sedangkan mereka tidak diuji lagi? dan sesungguhnya kami telah uji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah tau orang-orang yang benar dan dusta.
QS. Al Ankabut : 2-3
"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum pasti Dia menguji mereka. Maka siapa yang ridha (terhadapnya) maka baginya keridhaan Allah, dan siapa yang marah (terhadapnya) maka baginya kemurkaan Allah." (HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
'‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”
(Al-Baqarah [2]: 155-156)
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
QS. Al Hadid : 22-23
Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
QS. Ath Thalaq : 2-3
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”
QS. Ali Imran : 133-135
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar.
QS. Al Baqarah : 153
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
QS. Al Jumu'ah : 10
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?
Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: 'Bilakah datangnya pertolongan Allah?'
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
QS. Al Baqarah : 214
Minggu, 24 Maret 2013
SAMBIL MENYELAM MENANGKAP HIU (Meruqyah ketika sholat tahajud dan sholat dhuha)
Bismillahirahmanirahim
Ruqyah shar'ie is easy!!!
Banyak momentum yang dapat digunakan untuk meruqyah diri.. salah satunya ketika sedang sholat sunnah.
kenapa dengan sholat???
Ya!
karena setidaknya ada dua urgensi dari sholat. Pertama sebagai sarana untuk mengingat Allah.
Dirikan lah sholat untuk mengingat Ku. QS. Thoha : 14
Urgensi kedua adalah sebagai kunci pertolongan Allah setelah sabar..
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat.
QS. Al Baqarah : 153
Simple kan??
OK deh!
GPL alias nggak pake lama...
banyak teori, malah ribed bin pusing..
Lebih enak dan berkesan kita praktekkan saat sholat tahajud dan sholat dhuha..
Yaa..., biar efeknya lebih terasa jangan cuma dua rokaat, tapi bagaimana kalau 12 rokaat?
cara mengaplikasikannya adalah pada pembacaan surat-surat setelah Al Fatihah..., tapi seperti yang sudah-sudah, arti dari bacaan harus dimengerti, dipahami, diresapi, dirasakan, de el el!!!
Oke!
12 rokaat, berarti enam kali salam dan masing-masing dua rokaat
kita mulai pada dua rakaat pertama
Rakaat 1
AL BAQARAH : 1-5
Fungsinya sebagai penguat kayakinan kita akan kebenaran Al Qur'an
serta mengamalkan point-point pada ayat ke 3 sampai ke 5
{1} الم
Alif Laam Miim.
{2} ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
{3} الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
{4} وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
{5} أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Rakaat 2
AL BAQARAH : 255-256
Fungsinya memberikan kita keyakinan bahwa Allah tidak pernah lalai dari memperhatikan kita
{255} اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
{256} لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dua rakaat ke dua
Rakaat 1
QL BAQARAH : 257
Fungsinya untuk meyakinkan kita bahwa selama kita beriman Allah akan selalu ada melindungi kita
{257} اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Rakaat 2
Al Baqarah : 184-186
Fungsinya memberikan kita keyakinan bahwa Allah tidak akan menguji kita melainkan sesuai kemampuan kita.. dimana jika Allah menurunkan ujian, maka saat itu pula Allah memberikan kita kemampuan untuk melewati ujian tersebut
{284} لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
{285} آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
{286} لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
Dua Rakaat ketiga
Rakaat 1
AN NISA : 76
Memberikan kita keyakinan bahwa TIPU DAYA SETAN LEMAH!!!
{76} الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.
Rakaat 2
AL ANFAL : 48
Setan itu pengecut, hanya memprovokasi, sedangkan ketika bertemu orang-orang mukmin dia kabur
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
Dua rakaat keempat
Rakaat 1
sebuah renungan bagi kita bahwa Allah menciptakan kita tidak untuk main-main dan akan mempertanggung jawabkan perbuatan kita di akhirat
Sekiranya Kami
turunkan Al-Quran ini ke atas sebuah gunung, nescaya engkau melihat
gunung itu khusyuk serta pecah belah kerana takut kepada Allah dan
(ingatlah), misal-misal perbandingan ini Kami kemukakan kepada umat
manusia, supaya mereka memikirkannya.
Rakaat 2
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (٢٢) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٢٣) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢٤
022. Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata; Dialah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
023. Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Menguasai (sekalian alam); Yang Maha Suci; Yang Maha Selamat Sejahtera (dari segala kekurangan); Yang Maha Melimpahkan Keamanan; Yang Maha Pengawal serta Pengawas; Yang Maha Kuasa; Yang Maha Kuat (menundukkan segala-galanya); Yang Melengkapi segala KebesaranNya. Maha Suci Allah dari segala yang mereka sekutukan denganNya.
024. Dialah Allah, Yang Menciptakan sekalian makhluk; Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada); Yang Membentuk rupa (makhluk-makhlukNya menurut yang dikehendakiNya); bagiNyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya; bertasbih kepadaNya segala yang ada di langit dan di bumi dan Dialah Yang tiada bandingNya, lagi Maha Bijaksana.
dua rakaat terakhir bisa cari sendiri ya... :)
Lebih mantap lagi bisa sambil berdoa ketika sujud... SEBUTKAN PERMINTAAN MU!!!
Dan setelah sholat selesai, jangan lupa berdoa dengan khusyu
awali dengan istighfar dan pujian kepada Allah, selanjutnya
SEBUTKAN PERMINTAAN ANDA KEPADA ALLAH!!!
Insya Allah terkabul!
Keep Spirit!!!
Ruqyah shar'ie is easy!!!
Banyak momentum yang dapat digunakan untuk meruqyah diri.. salah satunya ketika sedang sholat sunnah.
kenapa dengan sholat???
Ya!
karena setidaknya ada dua urgensi dari sholat. Pertama sebagai sarana untuk mengingat Allah.
Dirikan lah sholat untuk mengingat Ku. QS. Thoha : 14
Urgensi kedua adalah sebagai kunci pertolongan Allah setelah sabar..
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat.
QS. Al Baqarah : 153
Simple kan??
OK deh!
GPL alias nggak pake lama...
banyak teori, malah ribed bin pusing..
Lebih enak dan berkesan kita praktekkan saat sholat tahajud dan sholat dhuha..
Yaa..., biar efeknya lebih terasa jangan cuma dua rokaat, tapi bagaimana kalau 12 rokaat?
cara mengaplikasikannya adalah pada pembacaan surat-surat setelah Al Fatihah..., tapi seperti yang sudah-sudah, arti dari bacaan harus dimengerti, dipahami, diresapi, dirasakan, de el el!!!
Oke!
12 rokaat, berarti enam kali salam dan masing-masing dua rokaat
kita mulai pada dua rakaat pertama
Rakaat 1
AL BAQARAH : 1-5
Fungsinya sebagai penguat kayakinan kita akan kebenaran Al Qur'an
serta mengamalkan point-point pada ayat ke 3 sampai ke 5
{1} الم
Alif Laam Miim.
{2} ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
{3} الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
{4} وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
{5} أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Rakaat 2
AL BAQARAH : 255-256
Fungsinya memberikan kita keyakinan bahwa Allah tidak pernah lalai dari memperhatikan kita
{255} اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
{256} لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dua rakaat ke dua
Rakaat 1
QL BAQARAH : 257
Fungsinya untuk meyakinkan kita bahwa selama kita beriman Allah akan selalu ada melindungi kita
{257} اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Rakaat 2
Al Baqarah : 184-186
Fungsinya memberikan kita keyakinan bahwa Allah tidak akan menguji kita melainkan sesuai kemampuan kita.. dimana jika Allah menurunkan ujian, maka saat itu pula Allah memberikan kita kemampuan untuk melewati ujian tersebut
{284} لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
{285} آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
{286} لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
Dua Rakaat ketiga
Rakaat 1
AN NISA : 76
Memberikan kita keyakinan bahwa TIPU DAYA SETAN LEMAH!!!
{76} الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.
Rakaat 2
AL ANFAL : 48
Setan itu pengecut, hanya memprovokasi, sedangkan ketika bertemu orang-orang mukmin dia kabur
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
Dua rakaat keempat
Rakaat 1
sebuah renungan bagi kita bahwa Allah menciptakan kita tidak untuk main-main dan akan mempertanggung jawabkan perbuatan kita di akhirat
(115) أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّما خَلَقْناكُمْ
عَبَثاً وَ أَنَّكُمْ إِلَيْنا لا تُرْجَعُونَ
Apakah kamu menyangka bahwa itu semua Kami jadikan dengan
sia-sia, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami ?
(116) فَتَعالَى اللهُ
الْمَلِكُ الْحَقُّ لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَريمِ
Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenamya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia.
Tuhan bagi 'Arsy yang mulia.
Tuhan bagi 'Arsy yang mulia.
(117) وَ مَنْ يَدْعُ مَعَ
اللهِ إِلٰهاً آخَرَ لا بُرْهانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّما حِسابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ
إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكافِرُونَ
Dan barangsiapa yang menyeru pula bersama dengan menyeru Allah, akan Tuhan
yang lain, padahal tidak ada keterangannya sedikit juga, maka
perhitungannya adalah di sisi pengasuhnya. Sesungguhnya tidaklah akan
mendapat kejayaan orangorang yang kafir.
Rakaat 2
AL Isra : 82
Al Qur'an Rahmat dan penyembuh bagi orang-orang beriman
Al Qur'an tidak benrguna bagi orang (manusia atau jin) yang dzolim sekali pun ia hafal dan fashih membacanya.. dapat menjadi bantahan bagi jin yang lebih pintar membaca Al Qur'an
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
Al Qur'an Rahmat dan penyembuh bagi orang-orang beriman
Al Qur'an tidak benrguna bagi orang (manusia atau jin) yang dzolim sekali pun ia hafal dan fashih membacanya.. dapat menjadi bantahan bagi jin yang lebih pintar membaca Al Qur'an
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
Dua Rakaat kelima
Rakaat 1
QS. Al Hasyr : 21
لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا
الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ
اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ
يَتَفَكَّرُونَ (٢١
Rakaat 2
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (٢٢) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٢٣) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢٤
022. Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata; Dialah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
023. Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Menguasai (sekalian alam); Yang Maha Suci; Yang Maha Selamat Sejahtera (dari segala kekurangan); Yang Maha Melimpahkan Keamanan; Yang Maha Pengawal serta Pengawas; Yang Maha Kuasa; Yang Maha Kuat (menundukkan segala-galanya); Yang Melengkapi segala KebesaranNya. Maha Suci Allah dari segala yang mereka sekutukan denganNya.
024. Dialah Allah, Yang Menciptakan sekalian makhluk; Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada); Yang Membentuk rupa (makhluk-makhlukNya menurut yang dikehendakiNya); bagiNyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya; bertasbih kepadaNya segala yang ada di langit dan di bumi dan Dialah Yang tiada bandingNya, lagi Maha Bijaksana.
dua rakaat terakhir bisa cari sendiri ya... :)
Lebih mantap lagi bisa sambil berdoa ketika sujud... SEBUTKAN PERMINTAAN MU!!!
Dan setelah sholat selesai, jangan lupa berdoa dengan khusyu
awali dengan istighfar dan pujian kepada Allah, selanjutnya
SEBUTKAN PERMINTAAN ANDA KEPADA ALLAH!!!
Insya Allah terkabul!
Keep Spirit!!!
KISI-KISI ONE DAY WITH FAJRI 4 RUQYAH SHAR’IE LEVEL 1
Membentuk
keseimbangan Spiritual, mental, dan fisik
Tempat dan tanggal acara
Banda Aceh : 14 April 2013
Hotel Grand Orri Citeureup Bogor : 5 Mei 2013
SMK Agama Sibu Serawak Malaysia : 31 Mei 2013
Bismillahirahmanirahim.
Segala puji
dan syukur hanya milik Allah Swt dengan segala rahmat dan karunia yang tiada
batas bagi kita semua. Sholawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada
qudwah hasanah kita Rosulullah Saw beserta keluarga, sahabat, dan para generasi
penerus perjuangannya hingga akhir jaman.
Ruqyah
syar’iyyah menjadi sebuah trend dalam hal pengobatan di jaman sekarang, ini
menandakan sinyal akan kebangkitan umat dan semakin dekatnya masa kejayaan
Islam di masa depan, di mana kesadaran umat akan urgensi Al Qur’an dan
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya semakin hari-semakin meningkat. Adalah
sebuah kabar yang sangat menggembirakan dengan merambahnya minat umat terhadap
pendalaman Al Qur’an dan mengaplikasikan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari.
Dan sungguh menakjubkan, buah dari kemukjizatan Al Qur’an terlihat bahkan
dirasakan di zaman modern ini. Salah satu buah kemukjizatan Al Qur’an yang
dampak positifnya telah dirasakan oleh sebagian besar masyarakat adalah
aplikasinya dalam mengobati gangguan penyakit, baik medis maupun non medis.
Dan Al
Qur’an ini diturunkan sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
QS. Al Isra
: 82
Ya!!!
Itulah Al
Qur’an yang mulia, mukjizat terakhir yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw
sangat dahsyat keampuhannya dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Akan
tetapi keampuhan Al Qur’an itu hanya berfungsi bagi orang-orang tertentu yang
telah Allah pilih untuk memegang amanah-Nya sebagai khalifah di muka bumi.
Karena dalam ayat yang sama Allah melanjutkan firmannya:
Dan (Al
Qur’an ini) tidak memberi manfaat sedikit pun bagi orang-orang yang dzolim
kecuali kerugian.
QS. Al Isra
: 82
Dzolim
adalah kebalikan dari adil, yang berarti tidak mendudukkan sesuatu pada tempat
yang benar, Dzolim berarti bertindak di luar aturan yang ada sehingga pada
akhirnya membuat kerugian bagi diri sendiri bahkan orang lain. Dalam hal ini
dzolim adalah perbuatan lalai yang bertentangan dengan aturan main yang telah
Allah tetapkan yaitu maksiat yang berbuah dosa. Oleh karenanya, sebalum kita
menyelam lebih jauh kepada fungsi Al Qur’an sebagai penyembuh (syifa) dalam
meruqyah, alangkah bijaksana jika kita memahami fungsi lain Al Qur’an yaitu
sebagai petunjuk (hudan).
Kitab ini
(Al Qur’an) tidak ada keraguan di dalamnya, petujuk bagi orang-orang yang
bertakwa. Yaitu orang-orang beriman kepada yang ghoib, dan mendirikan sholat,
dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan
orang-orang yang beriman kepada kitab yang diturunkan kepada mu (Al Qur’an) dan
yang diturunkan sebelum mu, dan yakin akan kehidupan akhirat
QS. AL
Baqarah : 2-4
Refleksi
dari ketakwaan lainnya adalah berhijrah dari kebiasaan/perbuatan yang
membuahkan dosa kepada perbuatan yang membuahkan pahala.
Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan mu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu
orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang
menahan amarahnya, dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai
orang yang berbuat kebaikan. Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan
keji atau mendzlimi diri sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan
atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
QS. Ali
Imran : 133-135
Materi
Training
Dalam
training ONE DAY WITH FAJRI, kita tidak hanya diajak untuk belajar bagaimana
cara eksekusi ruqyah terhadap diri sendiri (ruqyah mandiri) maupun meruqyah
orang lain. Namun jauh lebih dahsyat lagi, kita juga akan langsung
mempraktekkan point-point penting penunjangnya yang di bagi menjadi tiga session,
yaitu pembekalan spiritual, pembekalan mentalitas, dan terapi fisik dengan
materi-meteri yang telah disesuaikan waktunya.
- Pembekalan Spiritual
Mengawali acara para peserta diarahkan
untuk melakukan pendekatan diri pada Allah dengan sarana-sarana dzikrullah yang
waktunya telah ditentukan sebagai berikut
07.30-08.30
-
Dzikir pagi hari yang dapat diawali dengan sholat taubat, yang mana hal
ini merupakan pintu pertama untuk mendapat ampunan Allah dan pembersih dosa
yang menjadi penghalan dari diterimanya doa oleh Allah yang sejalan dengan ayat
Dan orang-orang yang apabila
mengerjakan perbuatan keji atau mendzlimi diri sendiri, segera mengingat Allah,
lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni
dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang
mereka mengetahui.
QS. Ali Imran : 133-135
Selain itu juga, sholat merupakan salah
satu sarana berdzikir kepada Allah
Dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku
(QS. Thaha : 14)
-
Mengucapakan Istighfar sebanyak-banyaknya
Rasulullah bersabda:
Wahai sekalian manusia, bertobatlah
kalian kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya, karena aku saja setiap hari
berobat seratus kali. (HR. Muslim)
-
Mengucap kalimat tauhid
Barangsiapa yang mengucapkan “Laa
ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala
kulli sai-in qadiir” seratus kali, niscaya ia mendapatkan pahala sama seperti
memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan, dan dihapus
darinya seratus keburukan, Bahkan ucapan itu merupakan perlindungan baginya
dari gangguan setan.
HR. Bukhari
HR. Bukhari
-
Dan berdoa mohon ampunan dan diteguhkan hati
dalam keimanan
-
Membaca doa-doa dan dzikir yang telah dirangkum
dalam susunan dzikir pagi
08.30-09.00
Sholat Dhuha 6 sampai 12 Rakaat sebagai
serana untuk membangkitkan optimism dan membuka pintu rezeki baik berupa
kesehatan, ilmu, bahkan materi.
Setiap pagi, masing-masing ruas anggota
badan mu wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap
tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah
sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah keburukan adalah
sedekah. Semuanya tercukupi dengan dua rokaat sholat dhuha.
HR. Muslim
HR. Muslim
09.00-09.45
Tilawah Al Qur’an bagi masing-masing
peserta agar suasana hati menjadi lebih tentram dan siap untuk menerima materi
pelatihan
Ada seseorang yang membaca surat Al
Kahfi dan didekatnya ada seekor kuda yang diikat tali pada kanan dan kirinya.
Tiba-tiba orang itu diliputi semacam awan yang selalu mendekat sehingga
keduanya akan lari meninggalkan tempat itu. Pada pagi harinya ia menemui Nabi
saw dan menceritakan pengalamannya itu. Beliau bersabda : itu adalah ketenangan
(rahmat) yang turun karena bacaan Al Qur’an
HR. Bukhari
- Pembekalan Mental
Pada session ini kita mulai memasuki
materi dasar-dasar ruqyah dan materi penunjang mentalitas yang susunannya
sebagai berikut
09.45-10.15
Materi “Pengantar ruqyah praktis” yang
memberikan gambaran bahwa pada hakikatnya metode ruqyah begitu mudah. Sehingga
diharapkan peserta dapat termotivasi untuk berani terjun saat dibutuhkan untuk
meruqyah dan termotivasi untuk memenuhi bekal-bekal untuk diri pribadi dengan
amalan ibadah penunjangnya
10.15-11.00
Materi “Membongkar strategi setan” yang
memberikan pemahaman bahwa iblis dan para setan yang mengikutinya tidak akan
pernah mundur sampai hari kiamat dalam menyesatkan manusia dari berbagai arah.
11.00-11.45
Materi “Mengenal Manusia” yang
memberikan motivasi kepada kita bahwa Allah telah meninggikan kita
makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya selama kita dalam ketaatan pada-Nya.
11.45-12.15
Materi Kode Etik dan SOP Ruqyah
Syar’iyyah yang memberikan rambu-rambu bagi para peruqyah saat melakukan
eksekusi ruqyah
13.15-14.30
Materi “The Power Of Tartil” merupakan materi inti tentang efek
positif bacaan Al Qur’an yang dilantunkan secara tartil disertai praktek
meruqyah secara berpasang-pasangan
- Pembekalan dasar terapi fisik
14.30-15.30
Teori dasar bekam dan praktek terapan
bekam untuk meruqyah yang bertujuan untuk membantu relaksasi otot dan syaraf
setelah diruqyah
16.00-16.45
Dzikir sore yang bertujuan untuk
memberikan ketenangan bagi seluruh peserta yang mungkin masih merasa tegang,
sehingga dengan dzikir hati menjadi jauh lebih tenang.
16.45-17.15
Obrolan santai yang diisi dengan Tanya
jawab dan sharing pengalaman seputar ruqyah
17.20-17.30
Doa dan penutup
Informasi Lebih lanjut hubungi 08561385662
Minggu, 17 Maret 2013
ONE DAY WITH FAJRI 4 RUQYAH SYAR'IE
Bismillahirahmanirahim..
Insya Allah, dalam rangka mensosialisasikan metode ruqyah Syar'iyyah, Saya akan berbagi ilmu dan pengalaman seputar tata cara ruqyah yang sesuai syari'at..
Acara Training pertama akan diselenggarakan di Kota banda Aceh pada tanggal 14 April 2013
Training Kedua di Hotel Grand Orri Citeureup Bogor pada tanggal 5 Mei 2013
Dan Serawak Malaysia tanggal 29 Mei 2013
Fasilitas
- Block Note
- Hand Out
- Makan Siang
- Panduan dzikir pagi dan petang
- Sertifikat
Nikmati suasana yang damai dan menyujukan hati dengan susunan Acara
07.30-08.15 Dzikir Pagi bagi masing-masing peserta trainig
08.15-08.45 Sholat Dhuha
08.45-09.30 Tilawah Al Qur'an bagi masing-masing peserta trainig
09.30-10.15 Materi "Ruqyah Praktis"
10.15-11.00 Materi "Mengenal Strategi Setan"
11.00-11.45 Materi "Mengenal Fitrah manusia"
11.45-13.15 Isoma
13.15-14.00 Materi Kode Etik dan SOP Ruqyah Syar'iyyah
14.00-14.45 Materi "Kekuatan bacaan tartil dalam ruqyah (Simulasi dan Evaluasi)"
14.45-15.30 Materi Praktek "Bekan Terapan Ruqyah"
15.30-16.00 Sholat Ashar
16.00-16.45 Dzikir Sore
16.45-17.15 Obrolan santai dan sharing
17.15-17.30 Doa dan Penutupan
Kontribusi Rp. 150.000
pembayaran Via Bank Syariah Mandiri
norek. 7044061591 an Tumin
cp Ust Tumin An Nu'aimi 0813 876 456 31
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)



